Laman

Selasa, 19 Agustus 2014

Melanjutkan Selebrasi Kemenangan

Sepagi ini sudah ada dikampus lagi, janjian dengan dosen. Hanya untuk menyerahkan revisian. Dan semua berjalan lancar seperti hari sebelumnya. Duh, ini berarti PSS Sleman siap menang malam ini. Ya, malam ini (15/8) mereka bertanding lagi dengan Madiun Putra FC. Well, kalian harus menang, karena aku disini juga baru saja melancarkan urusanku.

Tidak seperti biasanya memang, pasukan yang berangkat hanya tiga orang, yang lain sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Jam lima usai merampungkan agenda nyuci, aku dijemput menuju markas. Kemudian kami berangkat setelah adzan maghrib berkumandang.

Kali ini hanya aku, Mbak Yanti dan Ayah. Mas Harowi, masnya Ayah sudah berangkat duluan dan entah ada disebelah mana. Walhasil kami mencari tempat yang dekat dengan pagar pintu masuk dan masih tetap disebelah barat. Tujuannya adalah menjaga kami yang perempuan, karena cowoknya cuma satu, jadi aku mepet ke pagar, tanpa perlu penjagaan. Karena tubuhku kecil, sementara orang yang ada didepanku tinggi besar, manjat pagar lagi, aku terpaksa ikut manjat pagar demi bisa melihat jauh ke tengah lapangan.

Ini kali kedua aku manjat-manjat pagar, sebelumnya malah lebih parah karena waktu itu hujan deras, sementara malam ini langit cukup cerah. Baru saja kami sampai sudah dibagikan kertas untuk koreo. Kertas merah putih hitam, berarti koreo nanti temanya kemerdekaan meski tak akan jauh-jauh dari dukungan untuk PSS Sleman.

Kali ini permainan sudah menghangat ketika dimulai. Dua gol dilesakkan ketika babak pertama. Sementara ketika turun minum, ‘falcao’ nampaknya dicuekin oleh para pemain lawan. Duh, sini falcao, aku pukpukin. Suara mercon pun menggetarkan tribun, seakan rudal Israel nyasar ke Maguwoharjo. Ngagetin. Ketika laga kedua dimulai, aku cukup gemes dengan mas kiper, Herman Batak, yang beberapa kali menggoda pemain lawan dengan mempermainkan bola.

Dan kemudian satu gol balasan. Haduh. Beberapa air minum mineral gelasan nampak menghujani seorang pemain lawan yang baru saja merayakan golnya. Pengen rasanya mukul orang-orang yang ngelemparin air itu, mereka nggak tahu apa diluar sana banyak orang yang susah dapet air minum, itu malah dilempar-lempar.

Permainan kembali memanas ketika Moeniaga masuk, dan kedudukan akhir menjadi 4-1. Belum juga peluit panjang dibunyikan, flare, bomb smoke dan kembang api dinyalakan bersama-sama. Kali ini tidak seperti kemarin, lebih meriah, bahkan abu bekas kembang api, mercon atau apapun itu lah mengguyur kepalaku, seakan mengulang tragedi hujan abu kelud.

Tapi setidaknya malam ini aku pulang ke kost dengan membawa senyum bahagia. Terima kasih PSS Sleman, semoga pada derby nanti kalian tetap mendapatkan kemenangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar